https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/issue/feed Jurnal Kebidanan Besurek 2025-12-23T00:00:00+07:00 Poppy Siska Putri, M.Keb jurnalkeb.basurek1@gmail.com Open Journal Systems <p>Besurek midwifery journal is a journal that provides scientific writings to exchange ideas about theory, methodology and innovation related to the world of health, especially the scope of Midwifery which is written and contains express benefits for readers.</p> https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/831 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstruasi terhadap Kecemasan Menarche Remaja Putri SDN Wanajaya 03 Cibitung 2025-09-03T08:17:31+07:00 Nita Khoirunisa nitakhoirunisa2@gmail.com Musmundiroh Musmundiroh musragil21@gmail.com Yulianti Yulianti yyanty19@gmail.com Neneng Julianti julianti.neneng@gmail.com Rohani Siregar rohanisiregar81@gmail.com <p class="selectable-text" style="text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span class="selectable-text1"><span lang="EN-US">Kecemasan menghadapi menarche merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri, khususnya ketika mereka tidak memperoleh informasi yang benar tentang menstruasi. Menarche sering kali menjadi sumber kegelisahan yang berdampak pada kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi perubahan fisik. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai menarche. Tingginya angka kecemasan tersebut umumnya disebabkan minimnya pengetahuan. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media cetak seperti booklet, yang menyajikan informasi sederhana, jelas, dan mudah dipahami.</span></span><span lang="EN-US"> <span class="selectable-text1">Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 109 siswi SDN Wanajaya 03 Cibitung yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen berupa kuesioner kecemasan diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data diuji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov test dan dianalisis dengan uji T parametrik.</span> <span class="selectable-text1">Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak merasakan kecemasan (9,2%). Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap penurunan kecemasan menghadapi menarche.</span> <span class="selectable-text1">Kesimpulannya, pendidikan kesehatan dengan booklet terbukti efektif menurunkan kecemasan remaja putri menghadapi menarche. Program ini disarankan diterapkan di sekolah dasar agar siswi lebih siap menyikapi menstruasi dengan sikap positif.</span></span></p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/828 Pengaruh Konsumsi Telur Ayam Rebus Terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil KEK Di Cipayung 2025-09-03T08:14:05+07:00 Syifa Salsabila ca.abila37@gmail.com Rohani Siregar rohanisiregar81@gmail.com Yulianti Yulianti yyanty19@yahoo.com Musmundiroh Musmundiroh musragil21@gmail.com Herlina Simanjuntak herlina.simanjuntak09@gmail.com <p class="JKKAbstrakBodyIndo">Pendahuluan: Kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan penting di Indonesia, dengan prevalensi 16,9% pada tahun 2023, termasuk di Kabupaten Bekasi. KEK dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan dan bayi dengan berat lahir rendah. Upaya penanggulangan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT), salah satunya telur rebus sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi telur rebus terhadap peningkatan berat badan ibu hamil dengan KEK di wilayah kerja Puskesmas Cipayung. Metode: Penelitian quasi eksperimen one group pre-post test pada 30 ibu hamil KEK yang dipilih dengan purposive sampling. Intervensi berupa konsumsi tiga butir telur rebus per hari selama 14 hari. Analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired t-test. Hasil: Rata-rata berat badan sebelum intervensi 46,28 kg dan meningkat menjadi 47,33 kg setelah 14 hari. Uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p &lt; 0,05), menandakan adanya pengaruh signifikan. Sebanyak 83,3% responden mengalami kenaikan lebih dari 1 kg. Kesimpulan: Konsumsi telur rebus terbukti efektif meningkatkan berat badan ibu hamil KEK, sekaligus menjadi intervensi gizi sederhana, murah, dan bermanfaat untuk kesehatan ibu serta perkembangan janin.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/876 Pengaruh Video Edukasi Terhadap Motivasi Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Pada Remaja Putri di SMPN 4 Kaur 2025-11-14T09:46:41+07:00 Resya Aprillia Resya Aprillia resyaaprillia@gmail.com Sinta Arjanah resyaaprillia@gmail.com <p>Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap produktivitas, kualitas hidup, serta keberlangsungan pendidikan. Salah satu upaya pencegahannya dengan mengonsumsi tablet Fe secara rutin, namun kepatuhan remaja masih rendah akibat kurangnya motivasi dan pemahaman. Edukasi berbasis video dinilai sebagai alternatif intervensi yang menarik, interaktif, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh video edukasi terhadap motivasi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Desain penelitian menggunakan kuantitatif pre-eksperimental dengan rancangan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel berjumlah 55 remaja putri di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kabupaten Kaur, dipilih secara <em>simple random sampling</em>. Intervensi berupa video edukasi diberikan sebanyak sembilan kali selama empat minggu, baik secara langsung di sekolah maupun melalui grup WhatsApp. Instrumen berupa kuesioner motivasi dan observasi kepatuhan, dan analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi sebanyak 61,8% responden memiliki motivasi negatif dan hanya 30,9% yang patuh. Setelah intervensi, motivasi positif meningkat menjadi 70,9% dan kepatuhan mencapai 74,5%. Uji Paired Sample T-Test membuktikan adanya perbedaan signifikan pada motivasi (p = 0,000) dan kepatuhan (p = 0,000). Disimpulkan bahwa video edukasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan motivasi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana media video dapat mempengaruhi tingkat motivasi dan kepatuhan remaja putri konsumsi&nbsp;tablet&nbsp;FE.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/872 Hubungan Lama Penggunaan KB IUD Copper T380 dengan Kadar Hemoglobin pada Akseptor KB IUD 2025-11-01T09:24:23+07:00 Hayatun Ni'Mah hayatunnimah02@gmail.com Laurensia Yunita hayatunnimah02@gmail.com Dede Mahdiyah hayatunnimah02@gmail.com Nurlathifah hayatunnimah02@gmail.com <p><em>Intra Uterine Device </em>(IUD) termasuk alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman jika dibandingkan dengan kontrasepsi oral seperti pil. Efektivitas IUD dalam menekan angka kematian ibu dan mengontrol pertumbuhan populasi mencapai 99,4%, dengan durasi penggunaan 3–5 tahun untuk tipe hormon dan 5–10 tahun untuk tipe tembaga. Anemia merupakan kondisi ketika kadar hb atau jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah nilai normal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara durasi penggunaan kontrasepsi IUD tipe Copper T380 dengan kadar hb pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Menggunakan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Populasi dan sampel penelitian 16 wanita usia subur akseptor KB IUD Copper T380. Alat ukur berupa buku register KB dan alat cek HB. Menggunakan Fisher Exact dengan 0,05. Sebanyak 16 wanita usia subur menjadi responden dalam penelitian ini, dengan 31,25% merupakan pengguna IUD Copper T380 jangka panjang dan 68,75% pengguna jangka pendek. Dari keseluruhan responden, 62,5% mengalami anemia dan 37,5% tidak mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan IUD Copper T380 dengan nilai kosistensi Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024. Penggunaan KB IUD Copper T380 dalam jangka pendek disini mempengaruhi terjadi tidaknya anemia pada si akseptor dikarenakan tubuh si akseptor masih menyesuaikan dengan alat KB yang digunakan</p> <p> </p> <p> </p> <p><strong><em> </em></strong></p> 2025-12-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/841 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG SENAM HAMIL DI KLINIK CAHAYA MEDIKA TAHUN 2025 2025-10-31T11:25:21+07:00 Jayanti yantiara13@gmail.com Ida Widaningsih widaningsihida62@gmail.com Neneng Julianti julianti.neneng@gmail.com Herlina Simanjuntak herlina.simanjuntak09@gmail.com <p><strong>Latarbelakang</strong>: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini <strong>bertujuan </strong>untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. <strong>Metode</strong> penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan <em>Chi-Square test </em>untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. <strong>Hasil </strong>penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. <strong>Kesimpulan dan saran,</strong> pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/834 Faktor–faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025 2025-10-31T11:20:48+07:00 Rosmala Rahma rosmalarahmaaulia@gmail.com Ika Kania Fatdo Wardani kaniaia37@gmail.com Deni Alamsah deni.alam@gmail.com Rosi Kurnia Sugiharti rosikurnia2@gmail.com <p style="text-align: justify;">Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p &lt; 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia &lt;30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/832 Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual di SMP Islam Al-Mu’min 2025-10-28T15:14:50+07:00 Rifqi amalia putri yahya rifqiamalia13@gmail.com Putri Yahya rosikurnia23@gmail.com Rosi Kurnia Sugiharti rosikurnia23@gmail.com Ida Widaningsih widaningsihida62@gmail.com Neneng Julainti julianti.neneng@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Infeksi Menular Seksual (IMS) Merupakan Masalah Kesehatan Reproduksi Yang Banyak Dialami Remaja Akibat Kurangnya Pengetahuan Dan Perilaku Berisiko. Di Indonesia Tahun 2022 Tercatat 20.783 Kasus IMS, Menunjukkan Masih Tingginya Prevalensi. Minimnya Pengetahuan Remaja Menjadi Salah Satu Faktor Utama Penyebab Tingginya Angka Tersebut. Salah Satu Upaya Pencegahan Adalah Melalui Pendidikan Kesehatan Dengan Media Cetak, Seperti Leaflet, Yang Dinilai Efektif Untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja. Penelitian Ini Bertujuan Mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang IMS Di SMP Islam Al-Mu’min.<strong>Metode:</strong> Desain Penelitian Ini Menggunakan Desain <em>Pre-Experimental</em> Dengan Pendekatan <em>One Group Pretest-Posttest</em>. Sampel Penelitian Berjumlah 68 Responden Yang Dipilih Menggunakan Teknik <em>Total Sampling</em>. Instrumen Penelitian Berupa Kuesioner Yang Disebarkan Sebelum Dan Sesudah Intervensi. Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov Smirnov Test, Sedangkan Analisis Data Menggunakan Uji Wilcoxon.<strong>Hasil:</strong> Hasil Univariat Dan Bivariat Penelitian Ini Menunjukkan Bahwa Sebelum Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Tentang Infeksi Menular Seksual Sebagian Besar Remaja Memiliki Tingkat Pengetahuan Rendah. Setelah Diberikan Intervensi, Terjadi Peningkatan Signifikan Pada Tingkat Pengetahuan Remaja. Uji Wilcoxon Menunjukkan Nilai P = 0,000 (P &lt; 0,05) Yang Berarti Terdapat Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang IMS. <strong>Kesimpulannya: </strong>Pendidikan Kesehatan Dengan Media Leaflet Dapat Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual. Oleh Karena Itu, Disarankan Bagi Petugas Kesehatan Agar Dapat Menggunakan Media Leaflet Dalam Melakukan Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/829 PENGARUH JUS KURMA DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL ANEMIA DI PUSKESMAS KALANGSARI KARAWANG 2025 2025-09-03T08:15:48+07:00 Della Mutiara dmutiara694@gmail.com Ida Widaningsih widaningsihida62@gmail.com Yulianti Yulianti yyanty19@gmail.com Ika Kania Fatdo Wardani kaniaia37@gmail.com Musmundiroh Musmundiroh musragil21@gmail.com <p style="text-align: justify;"><a name="OLE_LINK1"></a>Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (&lt;0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya, jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.</p> 2025-12-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/875 Pengaruh Edukasi Dengan Media Leaflet Tentang Anemia Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil TM II di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Maras Kabupaten Seluma 2025-11-14T09:42:21+07:00 ADE ELVINA adeelvina55@gmail.com Ade Elvina Danadaniati@gmail.com Dita Selvianti Danadaniati@gmail.com Dea Lestari Danadaniati@gmail.com <p>Anemia pada kehamilan didefinisikan sebagai penurunan kadar hemoglobin kurang dari 11gr/dl pada trimester I dan ke II dan kurang dari 10 g/dl selama post partum. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam darah ibu. Zat besi pada masa kehamilan digunakan untuk perkembangan janin, plasenta, ekspansi sel darah merah, dan untuk kebutuhan basal tubuh. Anemia dapat menimbulkan kematian pada ibu sekira 15-20% baik secara langsung atau tidak langsung. Anemia pada ibu hamil trimester I akan menyebabkan terjadinya kegagalan organogenesis sehingga akan mengganggu perkembangan janin pada tahap selanjutnya dan dapat berdampak kepada kehamilan abortus, partus imatur/prematur, gangguan proses persalinan (perdarahan), gangguan masa nifas (daya tahan terhadap infeksi dan stres kurang produksi ASI rendah sehingga bayi kurang ASI). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh leaflet untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil TM II tentang Anemia di Puskesmas Muara Maras Kabupaten Seluma . Jenis penelitian <em>quasi experiment </em>dengan <em>pretest-post test with control group design.</em> Populasi sebanyak 42 dengan metode <em>total sampling</em>, sampel 21 responden setiap kelompok. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dianalisis menggunakan analisis uji <em>Paired Sample t-test </em>dan untuk melihat rerata skor pengetahuan kelompok eskperimen dan control dengan menggunakan analisis uji <em>Independent Sample t-test. </em>Hasil selisih rerata skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi kelompok eksperimen sebesar 8,90 dan kelompok control sebesar 7,12 dengan <em>p=</em>0,001. Sehingga dapat disimpulkan, leaflet sebagai media edukasi tentang Anemia efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil TM II.</p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/871 Analisis Pengaruh Pemberian Susu Kedelai Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil dengan Anemia Ringan di RSIA Paradise 2025-11-01T09:12:17+07:00 Alyasari Anggreini alyasarianggreini@gmail.com Susanti Suhartati alyasarianggreini@gmail.com Laurensia Yunita alyasarianggreini@gmail.com Frani Mariana alyasarianggreini@gmail.com <p class="JKKAbstrakKeywordIndo"><span lang="IN" style="font-weight: normal;">Kadar hemoglobin yang rendah pada ibu hamil tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di tingkat global dengan angka prevalensi mencapai sekitar 40%, sedangkan di Indonesia mencapai 48,9% dan di Kalimantan Selatan 51,9%. Kondisi ini berdampak pada peningkatan risiko perdarahan, lahir prematur, dan BBLR. Susu kedelai berpotensi menjadi intervensi non-farmakologis karena mengandung protein, zat besi non-heme, dan isoflavon yang berperan dalam pembentukan eritrosit. Tujuan penelitian yakni menelaah pengaruh konsumsi susu kedelai terhadap peningkatan nilai Hb di masa kehamilan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Responden terdiri dari 20 ibu hamil kehamilan pertengahan hingga akhir (13–40 minggu) yang teridentifikasi mengalami anemia ringan, kemudian dibagi ke dalam 2 kelompok, masing-masing beranggotakan 10 responden. Kelompok intervensi mendapat susu kedelai 250 ml/hari selama 14 hari disertai suplemen besi per oral, sedangkan kelompok kontrol di beri tablet zat besi selama kehamilanhanya. Uji Mann–Whitney digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan rerata kadar Hb pada kelompok intervensi, yaitu dari 10,11 ± 0,35 g/dL menjadi 11,22 ± 0,42 g/dL, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 10,15 ± 0,38 g/dL menjadi 10,25 ± 0,41 g/dL. Hasil uji memperoleh nilai p = 0,000, yang mengindikasikan adanya perbedaan bermakna secara statistik antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi susu kedelai berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah Hb dalam darah ibu hamil yang mengalami anemia ringan, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi pendukung dalam program suplementasi zat besi. </span></p> <p class="JKKAbstrakKeywordIndo"> </p> 2025-12-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/836 Efektivitas Pendidikan Kesehatan Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur 2025-10-31T11:22:18+07:00 Sulastri Syukron sulastrisyukron@gmail.com Ika Kania Fatdo Wardani kaniaika37@gmail.com Ida Widaningsih widaningsihida62@gmail.com Neneng Julianti julianti.neneng@gmail.com <p class="JKKAbstrakBodyIndo"><span lang="IN">Tingkat penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Indonesia masih tergolong rendah, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sukamakmur. Salah satu faktor utama yang memengaruhi adalah rendahnya tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS). Pendidikan kesehatan dinilai sebagai upaya efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang MKJP terhadap peningkatan pengetahuan WUS di Kobak Rotan Desa Sukamakmur Bekasi Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain <em>quasi eksperimen</em> dengan pendekatan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian sebanyak 30 orang WUS yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan WUS setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang MKJP dengan nilai p &lt; 0,05. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, namun setelah intervensi terjadi peningkatan ke kategori cukup dan baik. Pendidikan kesehatan tentang MKJP berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan WUS di Desa Sukamakmur. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan kegiatan edukasi terkait MKJP dalam upaya mendukung keberhasilan program keluarga berencana.</span></p> 2025-12-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jkb/article/view/833 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN ANTENATAL CARE DI PUSKEMAS KALANGSARI TAHUN 2025 2025-10-31T11:16:02+07:00 Devi Laila Putri devilailap22@gmail.com Ida Widaningsih widaningsihida62@gmail.com Yulianti yyanty19@gmail.com Musmundiroh musragil21@gmail.com Rosi Kurnia Sugiharti rosikurnia23@gmail.com <p>Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan <em>Antenatal Care </em>(ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden<em>.</em> Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode <em>purposive random sampling</em>. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value &lt; 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.</p> 2025-12-23T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2025 Jurnal Kebidanan Besurek