https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/issue/feedJurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management)2026-01-12T19:27:59+07:00Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management)jurnalmik20@gmail.comOpen Journal Systems<p>It is aimed at all medical record and health information practitioners and researchers and those who manage and deliver medical record and health information services and systems. It will also be of interest to anyone involved in health information management, health information system, and health information technology.</p>https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/view/706Tinjauan Pending Klaim BPJS Rawat Inap di RS X Cirebon Tahun 20242025-04-28T06:31:21+07:00Sisilia Dwi Maharanisisiliadwm@gmail.comBhakti Aryani2bhaktiaryani13@gmail.comFitria Dewi Rahmawati fitria.dew09@gmail.comYanto Haryantoyantohyt@gmail.com<p class="JKKAbstrakJudulIndo"><strong><span lang="IN">Abstrak</span></strong></p> <p><strong>Latar Belakang: </strong>Permasalahan pending klaim BPJS Kesehatan masih menjadi tantangan utama yang dapat mengganggu stabilitas keuangan dan pelayanan rumah sakit. kondisi ini tidak hanya berdampak pada keterlambatan pembayaran, tetapi juga berpotensi menurunkan efisiensi operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau penyebab pending klaim BPJS rawat inap Triwulan III Tahun 2024 di RS X Cirebon, dengan fokus pada aspek koding, medis, dan administratif. <strong>Metode Penelitian: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 93 dokumen pending klaim yang diperoleh melalui perhitungan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan 10% dari total 1.418 pending klaim. Data dikumpulkan melalui observasi dokumen klaim dan berita acara hasil verifikasi (BAHV) dari BPJS Kesehatan <strong> Hasil Penelitian: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,83% pending klaim disebabkan oleh aspek koding, 24,73% oleh aspek administratif, dan 20,43% oleh aspek medis. Perubahan kode diagnosis primer menjadi penyumbang terbesar kasus pending klaim, diikuti oleh perubahan kode diagnosis sekunder dan tindakan medis. Sebagian besar kasus disebabkan oleh perbedaan persepsi antara koder rumah sakit dan verifikator BPJS, serta ketidaksesuaian dengan pedoman pengkodean yang berlaku.<strong> Simpulan: </strong>Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan akurasi pengkodean, kelengkapan dokumen medis, serta keselarasan pemahaman antara pihak rumah sakit dan BPJS. Diperlukan sosialisasi dan pelatihan secara berkala bagi koder serta verifikator internal terkait aturan kodifikasi yang mengacu pada pedoman klaim terbaru dan ketentuan pada ICD-10, sera menerapkan sistem <em>reward </em>dan <em>punishment</em>.</p>2025-09-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management)https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/view/705Tinjauan Keamanan Dokumen Rekam Medis Di Ruang Filling Rumah Sakit Sumber Waras2025-04-28T06:29:48+07:00mitta_24mittasari553@gmail.comElfielfirosse2@gmail.comTotok Subiantototok.subyan@gmail.comMaulana Ismail Mohammadmaula.ismail.m@gmail.com<p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> :Keamanan memiliki peran penting dalam pengelolaan dokumen medis. Keamanan dokumen di Rumah Sakit Sumber Waras masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keamanan dokumen rekam medis di ruang </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">pengisian</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . Menjaga keamanan diperlukan ruang penyimpanan yang sesuai dengan standar keamanan yaitu mampu menjamin keamanan serta melindungi data dari risiko kehilangan, kelalaian, bencana, atau ancaman lain yang dapat membahayakan rekam medis. </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Metode Penelitian</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> : Jenis metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini adalah 3 orang kepala yaitu rekam medis, Koordinator Rekam Medis dan Petugas Penanggung Jawab Rekam Medis di Ruang </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Filling</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Hasil Penelitian</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> : Hasil penelitian dengan 3 informan menunjukkan bahwa telah ada kebijakan yang berlaku dan SOP terkait keamanan dokumen rekam medis di </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">pengisian</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ruang , serta pelaksanaannya sudah diterapkan. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan dalam keamanan. Selain itu, hambatan dalam keamanannya meliputi kepadatan dokumen, keterbatasan ruang, dan keberadaan tikus. </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Simpulan</span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> : Keamanan dokumen rekam medis telah diterapkan dengan fasilitas pendukung, namun masih terdapat kekurangan seperti tidak adanya tanda peringatan “selain petugas dilarang masuk”, serta adanya petugas yang membawa makanan & minuman.</span></span></p>2025-09-23T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management)https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/view/673Literature Review: Analisis Keamanan Data Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Kesehatan2026-01-12T19:06:52+07:00Fita Rusdian Ikawatifita.160978@gmail.comAnis Ansyorianisansyori14@gmail.comdewi anggih surya permatasaridewianggi574@gmail.com<p>Keamanan dan privasi data rekam medis elektronik (RME) merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem layanan kesehatan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek keamanan informasi RME pada fasilitas kesehatan melalui tinjauan literatur. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur, dengan mencari penelitian-penelitian terdahulu yang relevan di database Google Scholar. Dari 226 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis difokuskan pada empat aspek utama keamanan informasi, yaitu privasi, integritas, otentikasi, dan kontrol akses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas kesehatan masih menghadapi tantangan dalam melindungi privasi pasien, seperti lemahnya sistem otentikasi dan akses yang tidak terkontrol. Selain itu, integritas data belum sepenuhnya terjamin karena kurangnya sistem pencatatan perubahan data. Beberapa rumah sakit telah menerapkan tanda tangan elektronik dan enkripsi untuk meningkatkan keamanan, namun masih ditemukan celah keamanan, sehingga penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan kebijakan keamanan, menggunakan metode otentikasi yang lebih kuat, dan menerapkan teknologi enkripsi untuk melindungi data pasien. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan ahli teknologi informasi sangat diperlukan untuk mengembangkan sistem RME yang lebih aman dan handal.</p>2025-12-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Fita Rusdian Ikawati, Anis Ansyori, dewi anggih surya permatasarihttps://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/view/676Literature Review: Tantangan Interoperabilitas Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Kesehatan2026-01-12T19:08:42+07:00Immaculata Vettha Sarasvati Widasariivsarasvati@gmail.comFita Rusdian Ikawatifita.160978@itsk-soepraoen.ac.idAgus Syukron Ma’rufsyukron.agsyma2901@itsk-soepraoen.ac.id<p>Interoperabilitas Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi tantangan utama dalam transformasi digital sektor kesehatan. Meskipun bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan data pasien dan mutu layanan, implementasinya masih terkendala ketidakcocokan standar data, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kurangnya tenaga ahli. Selain itu, belum adanya regulasi nasional yang jelas menyebabkan sulitnya integrasi data antar fasilitas kesehatan, yang berdampak pada keterlambatan akses informasi medis dan pengambilan keputusan klinis yang kurang optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini menganalisis faktor penghambat interoperabilitas RME, dampaknya terhadap layanan kesehatan, serta strategi untuk meningkatkan integrasi sistem informasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara 2021–2025 melalui <em>Google Scholar</em> dan <em>SpringerLink</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakcocokan standar data, keterbatasan infrastruktur, serta regulasi yang belum optimal menjadi kendala utama. Selain itu, kurangnya pelatihan tenaga medis dan minimnya tenaga ahli memperlambat adopsi RME. Kesimpulannya, strategi yang diperlukan meliputi standarisasi data, penerapan API terbuka, peningkatan infrastruktur TI, penguatan regulasi, serta pelatihan tenaga medis dan administrator rumah sakit. Dengan strategi yang tepat, sistem RME di Indonesia dapat lebih terintegrasi, meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, mempercepat akses informasi medis, serta meningkatkan keamanan dan mutu pelayanan pasien.</p>2025-12-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Immaculata Vettha Sarasvati Widasari, Fita Rusdian Ikawati, Agus Syukron Ma’rufhttps://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/view/680Literature Review: Security of Electronic Medical Record Patient Data Based on ISO27001 in Healthcare Facilities2026-01-12T19:10:37+07:00syahfira nur jannah Jannahshafiraaajhe@gmail.comUntung Slametuntungslamet@itsk-soepraoen.ac.idAchmad Jaelani Rusdiachmadjaelani@itsksoepraoen.ac.id<p class="JKKAbstrakBodyEnglish"><span lang="IN">Patient data security in electronic medical records (EMR) is a major concern in healthcare facilities. This study aims to analyze EMR data security based on the ISO 27001 standard through a literature review method. Data were collected from various previous studies that discussed aspects of information security in the implementation of EMR. The results of the study indicate that although security mechanisms such as authentication, encryption, and access control have been implemented, weaknesses are still found in the management of access rights, recording user activities, and security policies. Several healthcare facilities have not fully met the ISO 27001 standard, especially in the aspects of risk management documentation and security evaluation. Therefore, it is necessary to improve security policies, train medical personnel, and provide periodic evaluations to ensure better protection of patient data.</span></p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 syahfira nur jannah Jannah, Untung Slamet, Achmad Jaelani Rusdihttps://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jmis/article/view/677LITERATURE REVIEW: ANALYSIS OF THE SYSTEM FOR RECORDING AND REPORTING EXTRAORDINARY EVENTS (KLB) IN HEALTH CARE FACILITIES2026-01-12T19:27:59+07:00Elsa Andara Dita Amellia Amelliaeandaradita@gmail.comFita Rusdian Ikawati fita.160978@gmail.comAchmad Jaelani Rusdiachmadjaelani77@gmail.com<p class="JKKAbstrakBodyEnglish"><span lang="IN">Health service facilities (Fasyankes) play an important role in recording and reporting extraordinary events (KLB) as part of the national health system. However, there are still various obstacles in the recording and reporting system, such as discrepancies in patient identity, data duplication, reporting delays due to manual recording, and lack of digital infrastructure and training of health workers. This study aims to analyze the recording and reporting system of outbreak cases in health facilities based on a literature review of various previous studies. The method used was a literature review by analyzing relevant research results from 2019 to 2024. The results showed that implementing a digital system can improve the accuracy and efficiency of recording and reporting outbreak cases, enable early detection, and accelerate health interventions. However, obstacles such as limited human resources, high workload, and suboptimal coordination between agencies are still a challenge in implementing the system. Therefore, strengthening digital infrastructure, increasing the capacity of health workers, and optimizing coordination between agencies are needed to improve the effectiveness of the outbreak recording and reporting system in health facilities.</span></p>2025-12-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Elsa Andara Dita Amellia Amellia, Fita Rusdian Ikawati , Achmad Jaelani Rusdi