Strategi Edukasi untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko di Kalangan Remaja di Panti Asuhan Harapan Remaja, Jakarta Timur

Authors

  • NUR FITRI AYU PERTIWI Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III
  • Atik Anggraeni Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III
  • Dinan Yurin Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III
  • Fira Khansa Zahrah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III
  • Syifa Nur Qalbiyah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta III

Keywords:

Adolescents, Health Education, Reproductive Health, Risky Sexual Behavior, Orphanage

Abstract

Adolescents in institutional care are vulnerable to reproductive health problems because they often have limited access to accurate information, psychosocial support, and family-based supervision. This community service aimed to develop and implement a reproductive health education strategy to prevent risky sexual behavior among adolescents at Harapan Remaja Orphanage, East Jakarta. The partner was an orphanage that accommodates adolescents aged 10-17 years. The activity used situational analysis, coordination with the partner, SWOT analysis, priority scoring, preparation of educational media, interactive counselling, pre-test and post-test, and post-activity follow-up planning. The main problems identified were limited knowledge of reproductive health and risky sexual behavior due to insufficient education and supervision. Priority scoring placed adolescent reproductive health knowledge as the highest priority with a score of 11, followed by risky sexual behavior with a score of 10. SWOT analysis showed an internal factor score of 2.77 and external factor score of 2.72, supporting a Strength-Opportunity strategy. The activity produced an education plan, counselling schedule, leaflet, poster, presentation material, and follow-up recommendations involving the orphanage, health workers, and local health services. This program supports adolescent-friendly reproductive health promotion in special situations and can be developed as a routine education and counselling model in institutional care settings.

References

Eni, R., Hasmita, H., Miswarti, M., Gusni, J., & Nopita, Y. (2024). Edukasi pada remaja sebagai peningkatan pengetahuan dan pencegahan perilaku seksual berisiko di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Padusunan Kota Pariaman tahun 2024. Jurnal Nusantara Berbakti. https://doi.org/10.59024/jnb.v2i2.390

Harmaniar, H., Asnuddin, A., & Hasriani, S. (2023). Pengaruh edukasi Program Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan remaja di SMK Negeri 4 Bone. Jurnal Penelitian Inovatif, 3(2), 229-244. https://doi.org/10.54082/jupin.155

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Maisaroh, S., & Samsinar. (2022). Perilaku seksual beresiko pada remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada, 8(1), 32-40. https://doi.org/10.56861/jikkbh.v8i1.93

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Pradhana, A. L., Hamidah, H., Herdiansyah, D., & Fatimah, F. (2025). Tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan paparan media sosial terhadap perilaku seksual yang berisiko. JIKES: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2). https://doi.org/10.71456/jik.v3i2.1348

Purnama, L. C., Sriati, A., & Maulana, I. (2020). Gambaran perilaku seksual pada remaja. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(2), 301-309. https://doi.org/10.33024/hjk.v14i2.2761

Sukriani, W., & Wahyuni, S. (2024). Edukasi kesehatan reproduksi remaja dalam upaya mencegah perilaku seksual berisiko di Kota Palangka Raya. Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 31-37. https://doi.org/10.33860/pjpm.v5i1.2127

UNESCO, UNAIDS, UNFPA, UNICEF, UN Women, & World Health Organization. (2018). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach. UNESCO. https://www.who.int/publications/m/item/9789231002595

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

World Health Organization. (2024). Adolescent and young adult health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescents-health-risks-and-solutions

World Health Organization. (2024). Adolescent health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

PERTIWI, N. F. A., Anggraeni, A., Dinan Yurin, D. Y., Fira Khansa Zahrah, F. K. Z., & Syifa Nur Qalbiyah, S. N. Q. (2026). Strategi Edukasi untuk Mencegah Perilaku Seksual Berisiko di Kalangan Remaja di Panti Asuhan Harapan Remaja, Jakarta Timur. JURNAL SAPTA MENGABDI, 6(1), 24–30. Retrieved from https://ojs.stikessaptabakti.ac.id/jsm/article/view/1065

Most read articles by the same author(s)