Penerimaan Pengguna Dalam Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Kijang Menggunakan Technology Acceptance Model
DOI:
https://doi.org/10.51851/jmis.v9i2.607Keywords:
Penerimaan; Puskesmas; Rekam Medis Elektronik; SIMPUS; TAMAbstract
Saat ini, seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) telah diwajibkan menerapkan rekam medis elektronik. Penggunaannya dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data pasien, kemudahan akses terhadap informasi medis, dan kemampuan untuk berbagi data secara real-time. Analisis penerimaan pengguna diperlukan dalam peralihan rekam medis elektronik. Beberapa pengguna belum paham dalam mengoperasikan rekam medis elektronik karena belum dilakukan sosialisasi, hak akses pengguna yang tidak dibatasi juga menjadi kendala. Tidak adanya SOP pelaksanaan rekam medis elektronik juga mengakibatkan penerapannya belum semestinya. Tujuan penelitian ini melakukan analisis penerimaan pengguna terhadap implementasi rekam medis elektronik berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) berdasarkan aspek perceived ease of use, perceived usefulness, attitude toward using, behavioral intention to use dan actual use. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Kijang, dengan subjek pengguna rekam medis elektronik, serta objeknya yaitu rekam medis elektronik. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, lembar kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil analisis penerimaan pengguna rekam medis elektronik menggunakan metode TAM pada aspek perceived ease of use sebesar 87.5%, pada aspek perceived usefulness sebesar 80.5%, pada aspek attitude toward using sebesar 86.1%, pada aspek behavioral intention to use sebesar 84.7%, serta terkait aspek actual use sebesar 85.1%. Kesimpulan: penerimaan pengguna terhadap implementasi rekam medis elektronik di Puskesmas Kijang berdasarkan metode TAM yaitu rekam medis elektronik dianggap mudah digunakan, dan memberikan kemanfaatan dalam melakukan pekerjaan oleh pengguna. Selain itu dianggap memberikan kenyamanan pada saat melakukan pekerjan, pengguna juga ingin untuk terus menggunakan, serta dalam implementasinya sudah sesuai dengan modul dan pedoman.