Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstruasi terhadap Kecemasan Menarche Remaja Putri SDN Wanajaya 03 Cibitung
The Effect of Menstrual Health Education on Menarche Anxiety in Female Adolescents at SDN Wanajaya 03 Cibitung
DOI:
https://doi.org/10.51851/jkb.v10i2.831Keywords:
Menarche, Kecemasan, Pendidikan Kesehatan, Booklet, Remaja PutriAbstract
Kecemasan menghadapi menarche merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri, khususnya ketika mereka tidak memperoleh informasi yang benar tentang menstruasi. Menarche sering kali menjadi sumber kegelisahan yang berdampak pada kesiapan mental dan emosional dalam menghadapi perubahan fisik. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan informasi yang memadai mengenai menarche. Tingginya angka kecemasan tersebut umumnya disebabkan minimnya pengetahuan. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media cetak seperti booklet, yang menyajikan informasi sederhana, jelas, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 109 siswi SDN Wanajaya 03 Cibitung yang dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen berupa kuesioner kecemasan diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data diuji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov test dan dianalisis dengan uji T parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak merasakan kecemasan (9,2%). Uji statistik menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap penurunan kecemasan menghadapi menarche. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan dengan booklet terbukti efektif menurunkan kecemasan remaja putri menghadapi menarche. Program ini disarankan diterapkan di sekolah dasar agar siswi lebih siap menyikapi menstruasi dengan sikap positif.
