Hubungan Lama Penggunaan KB IUD Copper T380 dengan Kadar Hemoglobin pada Akseptor KB IUD
The Relationship Between Length of Use of the T380 Copper IUD and Hemoglobin Levels in IUD Acceptors
DOI:
https://doi.org/10.51851/jkb.v10i2.872Keywords:
IUD Copper T380, Anemia, Kadar HemoglobinAbstract
Intra Uterine Device (IUD) termasuk alat kontrasepsi jangka panjang yang paling efektif dan aman jika dibandingkan dengan kontrasepsi oral seperti pil. Efektivitas IUD dalam menekan angka kematian ibu dan mengontrol pertumbuhan populasi mencapai 99,4%, dengan durasi penggunaan 3–5 tahun untuk tipe hormon dan 5–10 tahun untuk tipe tembaga. Anemia merupakan kondisi ketika kadar hb atau jumlah sel darah merah dalam tubuh berada di bawah nilai normal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan antara durasi penggunaan kontrasepsi IUD tipe Copper T380 dengan kadar hb pada akseptor di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian 16 wanita usia subur akseptor KB IUD Copper T380. Alat ukur berupa buku register KB dan alat cek HB. Menggunakan Fisher Exact dengan 0,05. Sebanyak 16 wanita usia subur menjadi responden dalam penelitian ini, dengan 31,25% merupakan pengguna IUD Copper T380 jangka panjang dan 68,75% pengguna jangka pendek. Dari keseluruhan responden, 62,5% mengalami anemia dan 37,5% tidak mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2024. Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan IUD Copper T380 dengan nilai kosistensi Hb pada akseptor KB IUD di wilayah kerja Puskesmas Jejangkit Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024. Penggunaan KB IUD Copper T380 dalam jangka pendek disini mempengaruhi terjadi tidaknya anemia pada si akseptor dikarenakan tubuh si akseptor masih menyesuaikan dengan alat KB yang digunakan
